Posted by andi280882
at 03:57 AM on March 19, 2009
|
|
Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap
muka. Dengan posisis seperti itu, guru sekaligus dapat mengontrol
tingkah laku peserta didik. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi
kelancaran pengaturan proses pembelajaran. Rachman (1997:119). Beberapa
kemungkinan pengaturan tempat duduk antara lain (1) pola berderet atau
berbaris berjajar, (2) pola susunan berkelompok, (3) pola formasi tapal
kuda, dan (4) pola lingkaran atau persegi.
Pada dasarnya penempatan siswa di kelas, menurut Ahmad (1995:21) harus memenuhi beberapa prinsip-prinsip berikut:
· Siswa tidak terus-menerus menempati tempat duduk yang sama sepanjang tahun, harus ada perubahan
· Diusahakan
tidak ada siswa yang duduk sendirian tidak ada pasangannya, kalau
terpaksa dia harus duduk di depan bukan di belakang dan tidak
terus-menerus sendiri dalam arti yang sendiri bergantian
· Siswa yang lebih pendek, punya kekurangan dalam pandangan (berkacamata), kurang pendengarannya, diutamakan duduk di depan.
· Siswa
yang sering membuat kegaduhan, suka mengganggu temannya dijauhkan
dengan anak yang sejenis itu dan jangan ditempatkan terlalu jauh dari
guru.
· Siswa yang suka merenung, melamun, kurang memperhatikan penjelasan guru jangan ditempatkan terlalu di belakang.