Posted by andi280882
at 02:49 AM on March 19, 2009
|
|
Kondisi
sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap
proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya
tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi beberapa
hal-hal berikut ini :
1. Kepemimpinan
Peranan
guru, tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana
emosional di dalam kelas. Tipe kememimpinan yang paling berat pada
otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis.
Tetapi di pihak lain juga menghasilkan sikap yang agresif.
Kedua
sikap yaitu apatis dan agresif ini merupakan sumber problema
manajemen, baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai
keseluruhan.
Dengan
kepemimpinan yang otoriter siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau
guru tidak mengawasi maka semua aktivitas menjadi menurun. Tipe
kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap demokratis lebih
memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar
saling mempercayai. Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi
belajar yang optimal, guru harus menempatkan diri sebagai: model,
pengembang, perencana, pembimbing, dan fasilitator. Centra (dalam
Rachman 1997:132)
Guru
sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku
melainkan sebagai model. Guru sebagai pengembang adalah guru yang ahli
dalam melaksanakan tugas dengan format benar dan tepat. Guru sebagai
perencana adalah guru yang ahli dalam bidangnya, mengatur kelas sebagai
tata ruang belajar. Guru sebagai pembimbing adalah guru yang saling
membelajarkan antara dirinya dengan sesama dan siswanya. Guru sebagai
fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon
tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Rachman (1997:132)
2. Sikap Guru
Sikap
guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya
tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu kenyakinan bahwa
tiangkah laku siswa akan dapat diperbaiki.
3. Suara Guru
Suara
guru walaupun bukan faktor yang besar, turut mempunyai pengaruh dalam
belajar. Suara yang baik menurut Depdikbud ( 1983:25 ) adalah suara
yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh
dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan
pelajaran.
4. Pembinaan Hubungan Baik
Pembinaan
hubungan baik antara guru dan siswadalam masalah pengelolaan kelas
adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik
guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah,
semangat, bersikap optimis, dan realistik dalam kegiatan belajar yang
sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.