|
|

Peran vital generasi muda di tengah kehidupan masyarakat yang mengharuskan adanya penanaman wawasan kebangsaan yang kontekstual dan inspiratif bagi pembangunan negeri ini.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika, ketika membuka acara Jambore Paskibra Ke-12 di Bumi Perumahan Pramuka, Cibubur, Jumat (13/3).
Kegiatan jambore tahunan ini diikuti 359 siwa /siswi dari 88 SLTA se-DKI Jakarta yang tergabung sebagai anggota Paskibra.
Dalam sambutannya, Dodi Nandika mengisyaratkan pentingnya pendidikan nonformal seperti kegiatan Jambore Paskibra yang merupakan wujud dari pembinaan sikap, mental, dan keterampilan.
Melalui kegiatan Jambore tersebut, Depdiknas menaruh harapan besar kepada Paskibra sebagai komunitas generasi muda yang terdidik agar bisa menjadi pilar penyebar semangat cinta Tanah Air, berbudaya unggul, dan berprestasi secara akademik maupun secara kemasyarakatan.
"Khususnya generasi muda harus selalu di fasilitasi agar terus berkiprah sebagai tunas bangsa yang berkedisiplinan," tandas Dodi.
Selain itu, tambah Dodi, Paskibra merupakan wahana generasi muda untuk menempa diri menjadi insani yang berwawasan kebangsaan, percaya diri, terampil, dan memahami pluralisme.
"Dalam konteks sekarang, peran Paskibra akan jauh lebih bagus lagi apabila bisa menjadi motor terdepan bagi pendidikan ke masyarakat langsung, misalnya muncul life skill pengolahan limbah, mengurangi buta aksara, dan keterampilan," ujar Dodi.
Sebagai upaya merajut wawasan berkebangsaan, para peserta Paskibra akan mengetahui ada satu potensi besar dalam keragaman kaum muda, keragaman bangsa, dan mengenal suku-suku lain karena peserta Paskibra berhimpun, berdiskusi, dan menjadikan kegiatan itu sebagai sarana berinteraksi antar sekolah.
"Dari sinilah mereka akan mendapat wawasan untuk mencintai bangsa sendiri dan bukan karena dicekoki," tegas Dodi dalam acara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Lebih jauh Sesjen Depdiknas itu menegaskan rasa kebangsaan, patriotisme, merupakan landasan bagi eksisnya sebuah bangsa. tidak ada bangsa jika tidak memiliki rasa kebangsaan.
"Semua pemimpin negara didunia terus mengajak rakyatnya khusunya kaum muda untuk selalu mencintai dan menghormati bangsanya sendiri. Ini merupakan fakta yang tidak bisa dimungkiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," terang Dodi. (S-25)
Categories: Berita Pendidikan